Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label BIOGRAFI PARA ULAMA DAN SHOLIHIN

BIOGRAFI SYEKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI

Muhammad Arsyad al-Banjari Muhammad Arsyad al-Banjari (1710–1812) adalah seorang ulama, faqih, dan cendekiawan terkemuka dari Kesultanan Banjar (kini Kalimantan Selatan) yang dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam perkembangan Islam di Nusantara. Ia terkenal melalui karya monumentalnya, Sabilal Muhtadin, sebuah kitab fikih bermazhab Syafi‘i yang menjadi rujukan luas di kawasan Asia Tenggara. Kehidupan awal :     Arsyad al-Banjari lahir di Lok Gabang, Martapura, Kesultanan Banjar. Sejak kecil ia dikenal cerdas dan memiliki minat mendalam dalam ilmu agama. Potensinya membuat Sultan Tahmidullah mengirimnya ke Makkah untuk menimba ilmu. Ia kemudian menetap di Tanah Suci selama sekitar 30 tahun dan berguru kepada ulama-ulama besar di bidang fikih, tafsir, tasawuf, dan hadis. Karier keulamaan :     Sekembalinya ke Banjar, ia diangkat sebagai mufti kerajaan dan bertugas menyusun hukum-hukum keagamaan bagi masyarakat Banjar. Pengaruhnya meluas ...

MANAQIB GURU SEKUMPUL

BIOGRAFI KH. MUHAMMAD ZAINI BIN ABDUL GHANI (GURU SEKUMPUL) KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani adalah satu-satunya ulama di Kalimantan bahkan di Indonesia yang mendapat izin untuk mengijazahkan thariqat “As-Sammaniyah”. Karena itu banyak yang datang kepada beliau untuk mengambil bai’at thariqat tersebut, bukan saja dari Kalimantan bahkan yang datang dari Jawa dan daerah lainnya.   SIAPA GURU SEKUMPUL? Beliau mempunyai nama KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani, beliau adalah seorang zuriat Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari yang mengikuti jejak Datuk beliau yang asalnya tinggal di Keraton kemudian pindah membuka perkampungan baru di Dalampagar dan mengembangkan pendidikan agama di Dalampagar; maka beliau (KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani) pun pindah pula dari Keraton ke Sekumpul membuka Komplek perumahan yang dikenal dengan Komplek Ar-Raudah atau Dalam Regol, yang kemudian meluas ke sekelilingnya sehingga terbentuklah Gang Taufiq dan Gang Mahabbah dan lainnya. Di Sekumpul Komplek Ar-Raud...