Langsung ke konten utama

PENYAKIT HALUS DALAM JALAN RUHANI



PENYAKIT HALUS DALAM JALAN RUHANI

• Apa Saja Penyakit yang Menghalangi Seorang Pejalan untuk Sampai kepada Allah?
Dalam perjalanan ruhani menuju Allah, sering kali yang menghalangi bukanlah jauhnya jarak, tetapi bayangan diri sendiri. Bukan lemahnya langkah, tapi lintasan-lintasan halus yang tersembunyi di balik amal dan ibadah.
Tak jarang seseorang mengira telah dekat, padahal yang direngkuh hanyalah bayangan diri
Penyakit ruhani sangatlah samar. Ia tidak selalu hadir dalam bentuk maksiat lahiriah.
Ia bisa menyusup ke dalam dzikir, menyelinap dalam tangis munajat, berselimut dalam kekhusyukan, bahkan menetes bersama air mata makrifat. Ia muncul sebagai rasa puas diri, sebagai getar halus yang berkata dalam diam:
“Lihat, betapa jauh engkau telah berjalan.”
Tanpa cahaya Muraqabah dan tanpa Isyarah yang dibisikkan lewat lisan para Guru Yang Arif sulit sekali menyadari bahwa langkah itu belum benar-benar menuju-Nya.
• Imam al-Ghazali memberi penegasan:
“Kebinasaan terbesar adalah saat seorang hamba tertipu oleh amalnya, hingga lupa bahwa semuanya adalah karunia, dan mengira cukup dengan amal tanpa rahmat Tuhannya.”
(Ihya’ Ulum al-Din, Kitab Riyadhat al-Nafs)
Semakin besar amal yang tampak, semakin besar pula potensi hijab yang tersembunyi.
Sebab Allah tidak didekati dengan banyaknya amal semata, melainkan dengan kejernihan hati yang tak lagi sibuk menampilkan selain kehendak-Nya.
Yang dituju bukan amal itu sendiri, melainkan kehadiran-Nya yang halus, yang hanya dapat dirasakan oleh qalbu yang dibebaskan dari bayangan diri.
•••••
• Apa Saja Penyakit Ruhani yang Menghalangi Cahaya Hati?
Tak semua penyakit ruhani tampak sebagai dosa besar. Kadang ia hanya kabut tipis yang menempel pada amal, lalu mengaburkan beningnya cermin qalbu.
Beberapa penyakit yang sering menyelinap diam-diam dalam perjalanan ruhani diantaranya yaitu:
° Ujub (العُجْب):
Ketika amal menjadi cermin yang memantulkan bayangan diri, bukan Nur Ilahi.
° Riyaa’ (الرِّياء):
Saat amal yang lahir demi Allah, diam-diam berharap disaksikan makhluk.
• Sum’ah (السمعة) :
Ingin dikenal dan didengar kehebatannya dalam amal atau ilmu. Bisa muncul lewat cerita spiritual yang diniatkan untuk dipuji.
° Ghurur (الغرور):
Tertipu oleh amal. Merasa telah sampai, padahal masih berputar di sekitar ego.
° Kibr (الكبر):
Perasaan halus bahwa diri lebih dari yang lain, meski diselimuti pakaian tawadhu’.
° Hasad (الحسد):
Gelisah melihat orang lain memperoleh Anugerah, seakan lupa bahwa pembagian adalah hak-Nya.
° Takabbur (التكبُّر) :
Merasa Lebih Tinggi Merasa lebih baik dari orang lain karena ibadah, ilmu, atau akhlaknya. Kesombongan ruhani, seperti merasa lebih suci, lebih dekat kepada Allah, lebih paham hakikat, lebih “Murni” dari yang lain.
° Hubb al-Jah wa al-Maal (حب الجاه والمال): Kecintaan tersembunyi pada sanjungan dan rasa aman dari dunia.
° Tama’ (الطمع):
Ketidakcukupan yang tak kunjung reda, meski dalam balutan amal dan ibadah.
•••••
• Bagaimana Rasa Ujub dan Riyaa’ Muncul dalam Jiwa?
Ujub hadir saat hati mengira bahwa amal adalah buah usaha pribadi. Ia lupa bahwa taufiq hanyalah anugerah. Bahkan dalam munajatnya, "aku" mulai tumbuh Merasa telah suci, merasa telah lebih.
• Imam Junaid al-Baghdadi Menegaskan:
"Ujub adalah ketika engkau melihat dirimu sendiri, dan melupakan Dzat yang telah memberimu kebaikan."
“Riya’ adalah memalingkan pandangan kepada makhluk saat beribadah.”
Maka seseorang bisa tampak khusyuk di luar, namun di dalamnya terselip harapan agar dilihat sebagai kekasih Allah.
Sebagaimana isyarah yang tersampaikan dari jiwa-jiwa yang dibeningkan oleh muraqabah:
"Selama engkau masih ingin dilihat, engkau belum melihat. Selama engkau ingin dihargai, engkau belum menghamba."
Riya’ seperti bayangan: Ia selalu muncul selama cahaya diarahkan ke diri sendiri, bukan ke Allah.
• Imam al-Ghazali memperingatkan:
"Riya’ itu akar dari kemunafikan, dan ia menghancurkan amal sebagaimana api membakar kayu kering."
(Ihya’ Ulumiddin)
•••••
• Bagaimana Sum‘ah Menyelinap dalam Amal?
Pernahkah engkau bersujud dengan niat menghadap al-Haqq, namun ruhmu mencuri harap agar amalmu terdengar oleh para pencari dunia
Itulah Sum‘ah maradh khafiyy, penyakit batin yang tersembunyi, tumbuh dari keinginan halus untuk didengar oleh selain Allah.
Ia tidak menampakkan diri dalam dzahir,
namun bersembunyi di balik niat,
menyusup di antara dzikir dan keheningan.
Ia tak berteriak: “Lihat aku!”
melainkan berbisik lirih:
Sebarkan namaku di antara mereka.
Ia seakan meletakkan amal di mihrab keikhlasan, namun menyelipkan secarik niat tersembunyi:
Semoga mereka tahu maqam-ku di sisi-Nya.
• Imam al-Harawi menyebutkan:
"Bencana ikhlas dari balik tabir yang tak terlihat."
Sum‘ah tak memerlukan lisan,
karena ia adalah lintasan dalam sirr
lintasan ruhani yang tak kasat mata.
Di balik diam bisa bersemayam nafs al-khafi
nafsu tersembunyi yang ingin dikenal oleh semesta, meski mengaku menuju Tuhan semata.
Dan di balik pujian kepada Allah,
kadang masih terselip rasa ingin disanjung
sebagai orang yang telah sampai.
•••••
• Apa Itu Ghurur, dan Mengapa Ia Berbahaya?
Tidak semua kegelapan ruhani hadir dalam bentuk dosa besar. Kadang ia datang seperti cahaya, padahal hanyalah fatamorgana. Begitulah ghurur tipuan halus dalam perjalanan menuju Allah.
Ia bukan sekadar ilusi, tapi kerancuan antara yang haq dan yang batil dalam bentuk paling samar.
Ghurur membuat seorang salik merasa telah berjalan jauh, padahal baru melangkah dari gerbang. Ia tertipu oleh rasa cukup terhadap amal, terlena oleh pujian, terbuai oleh maqam yang belum benar-benar dicapai.
Seakan-akan telah sampai, padahal baru saja berdiri.
• Imam al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulum al-Din menuliskan:
"Ghurur adalah merasa aman dari makar Allah, dan merasa cukup dengan amal, padahal belum tentu amal itu diterima."
Ini bukan hanya soal sombong. Ghurur lebih dalam dari itu. Ia menjelma dalam kepuasan palsu yang membuat hati berhenti mencari, berhenti menangis, berhenti merasa butuh.
Ia membuat seorang salik lebih sibuk membandingkan amal, bukan memperbaiki niat.
Ghurur adalah penyakit orang yang sedang di jalan, tapi mengira telah sampai. Dan itu jauh lebih berbahaya daripada orang yang sadar bahwa dirinya masih jauh.
• Sebagaimana dikatakan oleh Imam al-Ghazali:
"Seorang yang lalai tetapi tahu bahwa dirinya lalai, lebih dekat kepada Allah daripada orang yang beramal tapi tertipu oleh amalnya."
Karena yang pertama masih punya peluang menangis, sedang yang kedua telah kering airmatanya oleh rasa puas diri.
•••••
• Apa yang Terjadi Saat Hasad dan Kibr Menyelinap?
Hasad tidak lahir dari kekurangan, tapi dari sempitnya hati menerima ketetapan Ilahi.
Ia lupa bahwa setiap fajar punya tempat dan waktunya masing-masing.
• Imam al-Ghazali Mengungkapkan:
“Orang yang hasad takkan tenang selama melihat nikmat pada selain dirinya. Ia menyiksa dirinya sendiri.”
Salik yang hasad sejatinya sedang menolak keputusan Sang Maha Bijaksana.
Adapun kibr, tak selalu meledak dalam kata-kata. Kadang hadir dalam diam saat menolak kebaikan hanya karena datang dari yang dianggap ‘biasa’.
• Sahl at-Tustari mengingatkan:
“Bisa jadi, hikmah paling dalam datang dari lisan yang paling tak kau duga. Maka jangan remehkan siapa pun.”
•••••
• Benarkah takabbur hanya milik orang yang meninggikan suara dan merendahkan sesama?
Ataukah ia bisa bersembunyi dalam diam, dalam hati yang tak mau merunduk?
Takabbur bukan sekadar ucapan pongah, tapi penolakan halus terhadap kebenaran yang datang dari arah yang tak disukai. Ia hadir saat seseorang menutup diri dari pelajaran, hanya karena pelakunya dianggap "lebih rendah".
Kadang ia menyelinap dalam amal, saat hati merasa lebih tahu bagaimana Allah seharusnya menata hidup. Itulah bentuk kesombongan yang paling samar: merasa mengerti kehendak Tuhan.
“Tak semua yang tampak biasa itu kosong. Kadang yang diam justru menyimpan rahasia yang kau cari dalam riuh zikir yang kau lantunkan.”
Hati yang congkak sulit menerima cermin.
Ia ingin memantulkan cahaya, tapi enggan dibersihkan terlebih dahulu.
• Imam al-Junaid berkata:
"Orang yang sombong tak akan pernah sampai kepada pengenalan terhadap Allah."
Karena makrifat hanya dianugerahkan kepada jiwa yang tunduk, bukan kepada hati yang merasa telah tiba.
•••••
• Apa yang Terjadi Saat Hubb al-Jah dan Hubb al-Maal Menyusup Diam-diam?
Hubb al-Jah membuat salik ingin dikenang sebagai orang suci. Ia tampil sederhana, tapi berharap disanjung dalam diam.
Hubb al-Maal membuat hati hanya merasa aman jika dunia menggenggamnya. Padahal rasa cukup tak datang dari banyaknya benda, melainkan dari lapangnya jiwa.
• Imam al-Ghazali Mengemukakan:
“Orang yang mencintai kedudukan akan sulit menerima kebenaran dari orang lain, dan orang yang mencintai harta akan sulit ikhlas dalam amal.”
Ketika dunia mulai menghuni hati, nurani perlahan bisu. Dan jika ketenangan bergantung pada dunia, ruhani pun terbelenggu.
• Dzu al-Nun al-Mishri berkata:
“Tak ada yang lebih menghijabmu dari Allah selain dua hal: Keinginan dipuji dan rasa aman karena dunia.”
•••••
• Bagaimana Tama’ Bisa Menyandera Ruhani?
Tama’ tak selalu berupa kerakusan dunia yang mencolok. Ia bisa tersembunyi di balik amal: Ingin dikenal, Ingin dianggap,
Ingin dipuji walau berselimut ibadah.
- Syekh Abu Yazid al-Busthami Menjelaskan:
“Orang yang rakus takkan mencium bau keikhlasan. Karena ia selalu memandang ke depan, lupa memandang ke dalam.”
Tama’ mencabut kefakiran ruhani. Padahal kefakiran adalah gerbang menuju makrifat.
Imam Junaid menegaskan kembali :
“Tama’ adalah penyakit yang mencabut kemiskinan ruhani. Dan tanpa kefakiran, tak ada jalan ke hadirat-Nya.”
•••••
• Bagaimana Cara Membersihkannya?
Membersihkan penyakit ruhani bukan sekadar menjauhi maksiat lahiriah, tetapi menempuh jalan panjang mujahadah berperang dalam sunyi melawan bisikan-bisikan halus nafsu yang menyamar dalam nama kebaikan.
Dan tak ada mujahadah yang lebih berat daripada melawan rasa cukup terhadap amal sendiri.
Muraqabah menjadi lentera dalam kegelapan ini: Kesadaran mendalam bahwa Allah selalu menyaksikan, bahkan sebelum niat itu tumbuh.
Dengan! Muraqabah, seseorang belajar untuk jujur kepada hatinya sendiri hingga tahu bahwa banyak amal tak lebih dari bentuk kepentingan diri yang tersembunyi.
Ilmu dan amal bisa menjadi kendaraan, namun tanpa kejujuran qalbu, keduanya dapat berubah menjadi tirai yang menutupi makna ilahiyah dari pandangan batin.
• Dzu al-Nun al-Mishri berkata:
“Orang yang paling mengenal Allah adalah yang paling keras dalam mujahadah terhadap dirinya.”
Karena mengenal Allah berarti terus-menerus menyadari kelemahan diri, dan dari kesadaran itulah keikhlasan dilahirkan.
Cermin ruhani tak memantulkan cahaya, selama masih ada debu keakuan.
Hanya dengan mujahadah dan air mata penyesalan, ia kembali jernih untuk menerima pancaran nur-Nya.
•••••
Apa Tanda Ruhani Seorang Pejalan Mulai Sehat?
Salah satu tandanya adalah ketika hati tidak lagi sibuk mencela orang lain, melainkan lebih sibuk membersihkan diri sendiri.
Ketika sepi tak lagi dirasakan sebagai kesepian, tapi sebagai tempat terbaik untuk bercermin.
Ketika amal tak lagi diceritakan, apalagi diingat-ingat karena yang lebih penting bukan siapa yang tahu, tetapi siapa yang menerima.
Tanda lainnya adalah ketika hati mulai merasa cukup hanya dengan pandangan Allah, dan tidak lagi gelisah terhadap penilaian makhluk.
• Abu Hafs an-Naysaburi Mengatakatan:
“Seorang arif adalah yang lupa pada amalnya, dan hanya sibuk memikirkan pandangan Allah atasnya.”
Ruhani yang sehat tidak merasa telah sampai, tapi terus menangis karena merasa belum benar-benar berjalan.
•••••
Apa yang paling berbahaya bagi seorang salik di jalan spiritual?
Apakah dosa besar yang nyata, atau justru sesuatu yang lebih halus, lebih tersembunyi, dan lebih sulit dikenali?
Yang paling menghalangi seorang salik bukanlah dosa yang terang, tapi penyakit ruhani yang samar yang tak terasa, tak tampak, dan tak dianggap.
Ia tersembunyi di balik amal yang tampak suci, bersembunyi dalam lintasan niat, menyelinap dalam rindu untuk disebut ‘kekasih Allah’.
Dan seringkali, seorang salik tidak menyadari penyakit itu sendiri, hingga datang isyarah lembut dari seorang Mursyid, atau Kritikan halus dari lisan yang telah dibeningkan oleh cahaya-Nya.
Sebab cahaya tidak selalu turun dari langit kadang ia menyala dari pandangan seorang wali yang mengasihi dengan cara menelanjangi penyakitmu, agar engkau sembuh.
Doa para murid ruhani:
“Ya Allah, jangan biarkan aku tenggelam dalam bayangan diriku sendiri. Kirimkan padaku orang-orang pilihan-Mu, yang mampu menunjukkan kegelapan yang bahkan tak kulihat.”
وَاللهُ أعلَمُ بِالصَّواب.
Wallahu a'lam bishawab.
•••••

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RAHMAT FAMILY STORE - PUSAT GROSIR KAOS DISTRO PALING MURAH DAN BERKUALITAS DI CILILIN KBB.

RAHMAT FAMILY STORE  - Grosir Kaos Distro paling murah dan berkualitas terbesar di Cililin KBB. Assalamualaikum wr. wb Kami  Ucapkan Selamat Datang di Rahmat Family Store Official  Grosir Kaos Distro Berkualitas, anda sangat beruntung hari ini, Mengapa Karena kami  Pusat grosir kaos distro Langsung Dari Pabrik ingin mengajak Anda buka peluang usaha dengan bentuk penawaran Pakaian clothing kaos distro original Branded terbaik di Bandung  hanya disini satu satunya Supplier Baju Kaos Distro berkualitas dan murah  tentunya, Tersedia puluhan model motif keren  kami tawarkan special Reseller  Harga Grosir Bagi Siapapun yang ingin Berjualan Kaos Distro Termasuk Anda. Bingung mau buka usaha tapi modal minim ? Tenang kami Rahmat Family Store bisa membantu anda untuk memberikan penawaran Special Paket Harga Khusus Usaha Reseller  sehingga biaya lebih hemat bagi anda yang ingin menjual kembali edisi bulan puasa sebentar lagi buru...

SIAPA ITU ESA FADILAH?

Assalamualaikum wr.wb Kali ini saya akan memberikan biodata lengkap saya kepada kalian semua, alasan pembuatan ini supaya kalian para pengunjung blogger saya bisa tau siapa saya? Dan bagaimana latar belakang pendidikan saya? Ya, semua itu akan saya jelaskan di sini. Selamat membaca  Mungkin kalian semua bertanya siapa sih "ESA FADILAH " ITU? Nah,untuk menjawab rasa ingin tahu kalian atau dengan kata lain yaitu (kepo) yang begitu dasyat, di bawah adalah biodata dari ESA FADILAH.  Nama : Esa Fadilah  Tempat, Tanggal Lahir : Bandung,19 Juli 2000  Jenis Kelamin : Laki - Laki  Agama : Islam  Tinggi Badan : 167 Cm  Berat Badan : 51 Kg  Alamat Lengkap : Jl.Saar Sukamulya Cililin no. 13  Des. Karang Tanjung  Kec.Cililin  Kab.Bandung Barat  provinsi.jawa barat  Handphone : 0882-1983-0817  Status Pernikahan : Belum menikah    ● DATA PENDIDIKAN A.FORMAL SD : SDN 02 KARANG TANJUNG (2007 ...

BIOGRAFI MAMA ILYAS CIBITUNG JAWA BARAT - SEJARAH KEHIDUPAN MAMA ILYAS CIBITUNG.

Assalamualaikum Wr. Wb   Alhamdulillah dalam kesempatan ini saya  akan sedikit mengisahkan kepada kalian mengenai Waliyulloh dari Cibitung yang sering kita semua datang saat haolannya yaitu KH. MUHAMMAD ILYAS atau sering di sebut MAMA CIBITUNG, Selain itu juga KH. MUHAMMAD ILYAS (MAMA CIBITUNG) adalah salah satu diantara guru besar  KH. HILMAN FAUZI YAHYA CIHAMPELAS.  Dilansir dari  situs Kompasiana.com  di bawah ini merupakan biografi lengkap dari KH. MUHAMMAD ILYAS (MAMA CIBITUNG). “Tulisan ini masih bersifat sementara. Kepada semua fihak mohon koreksi dan memberikan data yang lebih lengkap” (HA.Saeful Mu’min Cihampelas) 1. Nama lengkap :  KH. MUHAMMAD ILYAS 2. Nama Panggilan :  MAMA CIBITUNG 3. Tempat, Tgl. Lahir : Lembur Gede Cibitung, Th. 1836 M 4. Wafat, Maqbaroh : Th 1953 (usia 117 th), Sukamanah Cibitung. 5. Nasab Ayah : Mama KH. Ali Lembur Gede Cibitung bin Embah Rahya Bogor Bin Hamdan Bogor berasal dari keturunan Dalem...

SD NEGERI KARANGTANJUNG 02 - SEKOLAH POPULER DI KAMPUNG SAAR SUKAMULYA

Assalamualaikum Wr. Wb Kali ini  saya  akan memberikan informasi mengenai sekolahan paling populer di kampung Saar Sukamulya RT 02/ RW 08 Desa Karang tanjung Kecamatan Cililin KBB, Dan sekaligus mantan sekolah SD dari  saya . Selamat membaca :D   Esafadilah123.blogspot.com  - SD NEGERI KARANGTANJUNG 2  adalah salah satu satuan pendidikan dengan jenjang  SD  di Karangtanjung, Kec. Cililin, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat. Dalam menjalankan kegiatannya, SD NEGERI KARANGTANJUNG 2 berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. ALAMAT SD NEGERI KARANGTANJUNG 2 SD NEGERI KARANGTANJUNG 2 beralamat di Kp. Saar Mutiara, Karangtanjung, Kec. Cililin, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat, dengan kode pos 40562. KONTAK YANG DAPAT DIHUBUNGI Apabila anda ingin bertanya atau menghubungi langsung SD NEGERI KARANGTANJUNG 2, dapat melalui beberapa media. Apabila ingin mengirimkan surat elektronik (email), dapat dikirimk...

WIRDUL LATIF IMAM AL-HADAD - ESA FADILAH

Alhamdulillah dalam kesempatan ini saya akan membagikan wirid dan dzikir karya Al Imam Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad yang dikenal dengan nama "Wirdul Latif" lengkap dengan tulisan bahasa arabnya. Habib Abdullah Alhaddad sendiri adalah seorang ulama besar asal negeri hadraumut, Yaman. beliau adalah seorang yang sholeh dan bergelar wali qutub serta diakui keluasan dan kedalaman ilmunya diseluruh dunia, bahkan karya karyanya baik kitab kitab fiqih serta dzikir dan wirid selalu dibaca oleh umat islam hingga kini. Dan dari banyak wirid karangannya, salah satunya adalah yang akan kita bahas kali ini yaitu wirdul latif.   wirid Al-Lathif sendiri cukup populer dan biasa dibaca pada pagi hari setelah subuh dan sore hari setelah shalat ashar  banyak sekali manfaat dan keutamaan yang akan didapatkan bagi siapa saja yang membaca dan mengamalkannya. setiap kalimat dzikir yang ada di wirdul-latif diambil langsung dari Al Quran dan Hadist Nabi Muhammad SAW untuk kemudian dir...

KISAH INSPIRASI KH. HILMAN FAUZI YAHYA CIHAMPELAS, BERJUANG FISABILILLAH SENDIRIAN.

Assalamualaikum wr.wb Alhamdulillah dalam kesempatan ini saya akan sedit bercerita mengenai Pondok Pesantren Nurul Hidayah Assalafiyah Al-islamiyah Cihampelas Bandung Barat. Selamat membaca  KISAH INSPIRASI KH. HILMAN FAUZI YAHYA CIHAMPELAS , BERJUANG FISABILILLAH SENDIRIAN. Pondok Pesantren Nurul Hidayah Assalafiyah Al-islamiyah Cihampelas – Bandung Barat, bertempat di Kampung Pasar Rt. 05 Rw. 02 Desa Mekarmukti Kecamatan Cihampelas . Saat ini santri yang mondok di pesantren kurang lebih enam puluh santri (data akan selalu berubah) Pondok Pesantren Nurul Hidayah Assalafiyah Al-islamiyah Cihampelas Pondok pesantren ini berdiri sejak tahun 1986  dan dipimpin oleh KH. Hilman Fauzi Yahya . KH. Hilman Fauzi Yahya Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hidayah Assalafiyah Al-islamiyah Cihampelas . KH. Hilman Fauzi Yahya pria kelahiran Gunung Halu – Bandung Barat ini awalnya adalah guru pesantren Kholafi Nurul Falah Cihampelas . Tetapi atas permintaan masya...

RAHMAT FAMILY STORE OFFICIAL - PRODUSEN KAOS POLOS DAN KAOS SABLON TERBESAR DI CILILIN.

Assalamualaikum Wr. Wb  Kali ini saya akan sedikit bercerita mengenai usaha keluarga saya yaitu RAHMAT FAMILY STORE . Selamat membaca :D APA ITU  RAHMAT FAMILY STORE  ??? Rahmat Family Store  adalah perusahaan atau usaha keluarga yang bergerak di bidang konveksi yang bertempat di kampung Saar Sukamulya RT 02/ RW 08, Desa Karang tanjung, Kecamatan Cililin, KBB. Usaha ini di kelola oleh 4 pemuda yang sudah berpengalaman dalam bidang bisnis yaitu A Rahmat (PEMODAL), A  Giant Ginanjar (MANAGER), A dede Wahyudin (MARKETING), Esa Fadilah (SEKERTARIS). Usaha ini di bawah naungan  A Giant Ginanjar sebagai Manajer sekaligus pemilik dari usaha sablon yang sudah terkenal yaitu Naig Screen Printing yang ada di kampung Saar Sukamulya cililin KBB. Perusahaan kami memfokuskan untuk memenuhi PO orderan dari klien A Giant dan konsumen Online marketplace atau e-marketplace. APA RENCANA AWAL  RAHMAT FAMILY STORE  ??? Menur...

SEJARAH HIDUP HABIB UMAR BIN ABDURRAHMAN AL-ATTAS (PENGARANG RÂTIBUL ATTAS)

Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh Alhamdulillah dalam kesempatan ini saya akan sedikit berbagi informasi mengenai Biografi Alhabib Umar bin Abdurrahman Al-Atthas ( Shohibul RATIB ). Selamat membaca :D Biografi Pengarang Râtibul Attas Beliau adalah Umar bin Abdurrahman bin Agil bin Salim bin Ubaidullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Syeikh al Ghauts Abdurrahman as-Seggaf bin Muhammad Maula Dawilah bin Ali bin Alawi al Ghoyur bin Sayyidina al Faqih al Muqaddam Muhammad bin Ali bin Imam Muhammad Shahib Mirbath bin Ali bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidullah bin Imam al Muhajir Ahmad bin Isa bin Muhammad an Naqib bin Imam Ali al Uraidhi bin Jaafar as Shadiq bin Imam Muhammad al Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam Hussein as Sibith bin Imam Ali bin Abi Thalib dan bin Batul Fatimah az-Zahra binti Rasullullah S.A.W. Asal dinamakan Al Attas Kata al-Faqih Abdullah bin Umar Ba’ubad: “Beliau dinamakan al-Attas yang bermaksud bersin, karena ...