HU ALLAH
Ilmu Nafas sering disebut dengan ilmu Dzikir Nafas, Yaitu Pernafasan Dengan Mengucapkan Dzikir HU ALLAH", Adapun Proses Dzikir Tersebut Yang Diikuti Dengan irama Naik dan Turunnya Nafas, Karena dengan Dzikir Nafas kita Akan Selalu Mengerti Dalam Diri kita Mempunyai Keyakinan dan Keimanan Yang Haqiqi, Yang Selalu Kembali Kepada Allah dan Hanya Untuk Allah Semata-Mata.
Nafas adalah kembaran Ruh, Ruh adalah Hakikat dan Nafas adalah Syariatnya di Alam ini, Makanya Ruh diibaratkan Kapal dan Ombak bagaikan Nafas, Jika Ombak tenang Maka tenanglah Perjalanan Kapal, begitu juga dengan Ruh, Jika Nafas seorang
Tenang. Maka ia memberi Kesan pada Ruhnya, Oleh sebab itu apabila Pernafasan itu baik dan benar Maka akan baik pulalah Perjalanan Ruh dengan Tuhan-Nya.
Ilmu Nafas bukanlah hal yang baru dan sebenarnya
sudah ada sejak Zaman Rasulullah SAW dan
diajarkan kepada para sahabat dan para pengikutnya untuk latihan riyadhah secara khusus, Didalam pengertian kalimat dzikir sebagai mengingat kepada Allah dan dzikir merupakan kendaraan agar seorang hamba sampai kehadirat Allah semata-mata, bila manusia sampai kehadirat Allah maka apapun yang manusia kehendaki maka Allah akan mengabulkan segala kehendaknya.
Nafas kita normal keluar masuk sehari semalam
sebanyak 24.000x yaitu pada siang 12.000x dan
pada malam 12.000x karena Inilah jumlah jam sehari semalam 24 jam, pada siang hari 12 jam dan malam hari 12 jam, seperti huruf "Laa llaaha Illallah Muhammadur Rasulullah"
Masing-Masing mempunyai 12 huruf, berjumlah 24 huruf semuanya, barang siapa mengucap dengan sempurna 7 kalimah itu niscaya ditutupkan Allah pintu Neraka yang 7, barang siapa mengucap yang 24 huruf ini dengan sempurna niscaya diampuni Allah Ta'ala yang 24 jam.
Hal Inilah yang menjadi persembahan hamba kepada TuhanNya yang tiada putus-putusnya, Nafas adalah sumber Kehidupan tanpa Nafas maka hancurlah Kehidupan ini, Nafas adalah Al-Hayat yang datang dari Tuhan ia adalah Rahasia Illahi.
Dzikir Nafas adalah untuk pembersihan Rohani, Setiap Makhluk hidup memiliki Nafas, Melihat, Mendengar, Merasa itu Semua Termasuk didalam sitat Al-Hayat, Manusia bisa hidup Tanpa Memiliki Mata, Telinga, Tangan dan Anggota Tubuh lainnya akan tetapi Manusia tidak akan bisa Hidup tanpa Nafas, dan Manusia bisa berkata-kata dan melakukan perbuatan apa saja, hal itu semua berlaku karena Qodrat dan Iradat dari Allah dan Sesungguhnya Nafas berada di dalam Qodrat dan
Iradat Allah.
Dzikir Nafas adalah Nur yang memancar keseluruh
Jiwa bagi pengamalnya dan besar akan
Manfaatnya, dengan melakukan Dzikir Nafas akan menghancurkan kebekuan darah hitam yang
berada dihati yang dianggap sebagai istana iblis, dan selagi istana Iblis tidak terpecah dan hancur musnah Nur Qolbi sebagai penyuluh lampu makrifat yang diharapkan itu tidak mungkin tercapai.
Imam Ghazali mengatakan: "Dzikir Yang Dilakukan Dengan Cara Menahan Nafas akan
Mempercepatkan Proses Penyucian Hati"
Dzikir Nafas menghubungkan Hayat Qolbu kita
kepada Alam Roh, Nafas datang dan pergi kepada Allah setiap saat dan setiap Nafas yang tidak berdzikir maka Nafas itu tidak akan membawa manfaat kepada Qalbu dan Roh kita, yang pada umumnya Manusia tidak sadar bahwa hidup dia dikuasai penuh oleh pengedaran Nafas keluar dan masuk dari Allah tanpa Dzikir Nafas ia tidak akan memperolehi barakah dan nikmat dari Allah, Sebagaimana Rasulullah SAW Bersabda: "Barang Siapa Keluar Masuk Nafas Tanpa Dzikir Allah Maka
Sia-Sialah ia".
Adapun mengetahui ilmu Nafas untuk
memperteguh Keyakinan dan Keimanan akan adanya Kebesaran Allah, namun disamping itu ada manfaat lain bagi seorang hamba yang mengharap akan suatu keberkahan, Ma'unah bagi kehidupan sehari-hari.
Pemutup:
kaji sedikit-sedikit semoga ada kepahaman pada diri kita. Dan semoga Allah memberikan barokah dan RahmatNya pada kita semuanya.
Aamilin Allahumma Aamiinn... 🤲🏻
#dzikirsirri #huallah #makrifat #tasawuf #ngajirasa #semuaorang
Komentar