KASIH SAYANG IMAM GHAZALI PADA SEEKOR LALAT
Kasih Sayang Imam Ghazali Terhadap Seekor Lalat
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Rasulullah bersabda:
ﺍﻟﺮَّﺍﺣﻤُﻮﻥَ ﻳَﺮﺣﻤُﻬُﻢ ﺍﻟﺮّﺣﻤﻦُ ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻲ ﺍﺭْﺣَﻤﻮﺍ ﻣَﻦْ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﻳﺮﺣﻤْﻜُﻢ ﻣﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺴَّﻤﺎﺀِ
Orang-orang yang yang penuh kasih-sayang akan dikasih-sayangi oleh Allah. Hendaklah kalian semua menyayangi semua yang ada di bumi, agar kalian disayangi oleh para penghuni langit.
Berikut kutipan ibarohnya :
والحديث الثانى : أجازني به العلامة السيد أحمد المرصفي المصري
بعد أن أجازني به السيد عبد الوهاب بن لأحمد فرحات الشافعي، عن
مشايخه مسلسلا بالأولية إلى عبد الله بن عمرو بن العاص عن النبيّ صلى الله
عليه وسلم أنه قال: الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمْ الرَّحْمَنُ تبارك وتعالى ارْحَمُوا مَنْ فِي
الأرضِ يَرْحَمْكُمْ من في السَّمَاءِ
رؤي الغزالي فى النوم فقيل له: ما فعل الله بك؟، فقال أوقفني بين
يديه، وقال لي: بم قدمتَ عليّ؟، فصرتُ أذكر أعمالي، فقال: لم أقبلها،
وإنما قبلتُ منك ذات يوم نزلت ذبابةٌ على مداد قلمك لتشرب منه وأنتَ
تكتب فتركتَ الكتابة حتى أخذتْ حظها رحمة بها، ثم قال تعالى: امضوا
بعبدي إلى الجنة.
سئل الشبلي بعد موته عن حاله فى المنام، فقال: قال الله لي:
يا أبا بكر أتدرى بمَ غفرتُ لك؟، قلت بصالح عملي، قال: لا. قلت:
بإخلاص عبوديتي، قال: لا. قلت: بحجي وصومي وصلاتي، قال: لا. قلت
بهجرتي للصالحين ولطلب العلم. قال: لا. قلت: إلهي فبِمَ؟، فقال تعالى:
أتذكر حين كنت تمشى فى درب بغداد فوجدت هرة صغيرة قد أضعفها البرد
وهي تنزوى من شدته فأخذتها رحمة لها وأدخلتها فى فَرْوٍ كان عليك وقايةً
لها، فقلت: نعم. فقال تعالى: برحمتك لتلك الهرة رحمتك
Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda :
" Orang-orang yang yang penuh kasih-sayang akan dikasih-sayangi oleh Allah.
Hendaklah kalian semua menyayangi semua yang ada di bumi, agar kalian disayangi oleh para penghuni langit. "
Imam al ghozzali diimpikan oleh seseorang kemudian ditanyakan kepada beliau :
" apa yg telah Allah lakukan kepadamu ?"
Al Ghozzali menjawab : " Dia menempatkanku dihadapan-Nya dan berkata : ' sebab apa kau Kudatangkan dihadapan-Ku ?"
kemudian ku ingat2 amalan2ku .
Allah berkata : " semua amalanmu tidak Kuterima, hanya saja yg Ku terima darimu adalah suatu hari ada seekor lalat yg turun di tinta penamu untuk minum darinya sedangkan engkau saat itu sedang menulis, kemudian kau berhenti menulis hingga lalat tsb mengambil bagiannya , hal itu kau lakukan karena kau sayang kepadanya. "
Kemudian Allah berkata : " pergilah dengan membawa hamba-Ku ini ke syurga."
Imam As Syibli setelah beliau meninggal di tanyai keadannya di dalam mimpi, kemudian beliau berkata :
" Allah berkata kpdku : ' wahai Abu Bakar as syibli, apakah kau tahu sebab apa Aku mengampunimu ?"
aku berkata : " sebab amal sholihku ."
" BUKAN "
" sebab ikhlashnya ibadahku ."
" BUKAN "
" sebab haji, puasa dan sholatku."
" BUKAN "
" sebab hijrahku ke orang2 sholeh dan menuntut ilmu."
" BUKAN "
" Wahai Tuhanku, lau sebab apakah ?"
Allah ta'ala berkata : "apakah kau ingat ketika engkau berjalan di jalan buntu daerah Baghdad kemudian engkau menemukan seekor anak kucing yg sedang kedinginan, kemudian kau ambil dia karena sayang kepadanya. lalu kau masukkan dia kedalam jubah yg kau pakai utk menjaganya ? "
" iya, saya ingat ." jawabku.
" Sebab sayangmu kepada kucing itulah Aku menyayangimu ."
Jika disebutkan nama Imam al-Ghazali maka gambaran yang muncul adalah sosok ulama abad pertengahan dengan reputasi kealiman yang tak diragukan. Ia termasuk cendekiawan muslim yang komplit.
Wawasannya tak berhenti pada soal teks-teks agama yang rumit. Tokoh bernama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’I ini menguasai disiplin filsafat dan menaruh prioritas pada olah rohani sebagai seorang sufi yang taat.
Para kritikus al-Ghazali bisa saja berseberangan dengan beberapa pikirannya. Namun, mereka tak dapat membantah kepribadian hujjatul islam ini yang zuhud, wara’, serta amat tekun menjalankan ibadah.
Kesungguhannya dalam beribadah tampak pula pada beberapa karyanya yang sarat anjuran melaksanakan amalan-amalan tertentu sebagai sarana penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) dan pengabdian tulus seorang hamba. Kitab tasawuf dasar, Bidayatul Hidayah, yang dikarangnya pun mengungkapkan kenyataan ini.
Hanya saja, terselip kisah unik di balik totalitas Imam al-Ghazali dalam beragama pasca-kewafatannya. Syekh Nawawi al-Bantani dalam Nashaihul ‘Ibad menulis cerita seseorang yang berjumpa Imam al-Ghazali dalam sebuah mimpi. “Bagaimana Allah memperlakukanmu?” tanya orang tersebut.
Imam al-Ghazali mengisahkan bahwa di hadapan Allah ia ditanya tentang bekal apa yang ia serahkan untuk-Nya. Al-Ghazali pun menimpali dengan menyebut satu per satu seluruh prestasi ibadah yang pernah ia jalani di kehidupan dunia.
“Aku (Allah) menolak itu semua!” Ternyata Allah menampik berbagai amalan Imam al-Ghazali kecuali satu kebaikannya ketika bertemu dengan seekor lalat.
Suatu saat Imam al-Ghazali tengah sibuk menulis kitab hingga seekor lalat mengusiknya barang sejenak. Lalat “usil” ini haus dan tinta di depan mata menjadi sasaran minumnya. Sang Imam yang merasa kasihan lantas berhenti menulis untuk memberi kesempatan si lalat melepas dahaga dari tintanya itu.
“Masuklah bersama hamba-Ku ke sorga,” kata Allah kepada Imam al-Ghazali dalam kisah mimpi itu.
Hikayat ini mengandung pesan tentang betapa dahsyatnya pengaruh hati yang bersih dari egoisme, semata untuk kepentingan diri sendiri. Kasih sayang Imam al-Ghazali yang luas, bahkan kepada seekor lalat pun, membawa tokoh dengan jutaan pengikut ini pada kemuliaan.
Peristiwa ini secara samar menampar sebagian kalangan yang kerap membanggakan capaian-capaian keberagamaannya. Karena ternyata penilaian ibadah manusia sepenuhnya milik-Nya, bukan milik manusia. Tak ada ruang bagi manusia menghakimi kualitas diri sendiri ataupun orang lain. Segenap prestasi ibadah dan kebenaran agama yang disombongkan bisa jadi justru berbuah kenistaan.
Imam al-Ghazali sesungguhnya hanya mempraktikkan apa yang diteladankan dan diperintahkan Nabi, “Irhamu man fil ardli yarhamkum man fis sama’. Sayangilah semua yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangimu.”
Hikmah lainnya : Jangan pernah menyepelekan amal kebaikan sekecil apapun itu,karena kita tidak pernah tahu amalan mana yang mendatangkan keridhoan Allah SWT.
Komentar